Ilmu  merupakan salah satu nikmat besar yang Allah berikan kepada para hamba-Nya. Denganilmu, kita bisa membedakan antara manusia dan hewan serta Allah akan mengangkat beberapaderajat bagi orang yang berilmu.

Tujuan dari pendidikan adalah bagaimana merubah akhlak dengan perilaku yang baik sehinggamanusia bisa dihiasi dengan ahklak yang hasan dengan bersandarkan pada ilmu yang dimilikinya. Dan ilmu itu sebagaimana yang kita ketahui harus didatangi karena ilmu itu akan membekas dengankita mendatanginya kepada seseorang yang dianggap sebagai orang yang berilmu. Dan salah satuperantara bagaimana seseorang itu bisa mencapai ilmu pengetahuan adalah adanya lembagapendidikan atau sekolah.

 

Program yatim di Al Binaa tidak bisa dipisahkan dengan sosok Wakif Al Binaa (Pemberi Wakaf), yaitu H. Muhammad Yasin Rahimahullah dan keluarga, cita-cita beliaulah yang sangat mulia hatiuntuk memberikan kesempatan kepada para anak yatim untuk belajar di Pesantren Al Binaa secaragratis (beasiswa penuh). Hal itu disambut dengan respon yang positif oleh masyarakat sekitar Al Binaa umumnya. Tepatnya pada tahun Pelajaran 2006-2007 Pesantren Al Binaa resmi membukaprogram khusus untuk anak-anak yatim beserta program-program penunjang lainnya yang secararesmi dibuka oleh Perwakilan dari MUI Pusat Bapak H. Amin Jamaludin.

Seluruh santri yatim, mereka berada di Al Binaa selama 24 jam setiap harinya atau boarding (ber-asrama). Program yatim ini pendaftarannya hanyak khusus di jenjang SD saja, setelah merekamenamatkan jenjang Sekolah Dasar (SD) maka, mereka bisa langsung melanjutkan kejenjangberikutnya yaitu SMP dan SMA dengan tetap mereka menjadi tanggungan pihak Al Binaa atau(Beasiwa Penuh). Seluruh pembiayaan mereka sepenuhnya menjadi tangung jawab Pesantren Al Binaa mulai dari makan, sekolah, asrama, kebutuhan sehari-hari, peralatan mandi, seragam, buku-buku paket dan tulis, serta uang saku setiap hari dan lain-lain.

Secara demografi santri-santri yatim yang sekarang ada di Al Binaa datang dari berbagai daerahnusantara Indonesia mulai dari Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Palembang, Jambi, Lampung, Bengkulu, Banten, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, JawaTimur, Pontianak, Samarinda, Banjarmasin, Makassar, Tolitoli, dan Lombok.

Akhirnya hanya kepada Allah kami memohon dan berlindung, semoga Al Binaa tetap diberikankekuatan dalam mengurus para santri yatim ini.

Sebagaimana janji Rasulullah ShallallahuAlaihi Wasallam, dari Sahl bin Sa’ad Radhiallahu‘anhu diaberkata:

Rasulullah Shallallahualaihi wasallam bersabda : “Aku dan orang yang menanggung anak yatim(kedudukannya) di surga seperti ini”, kemudian beliau Shallallahualaihi wasallam mengisyaratkanjari telunjuk dan jari tengah beliau shallallahualaihi wasallam, serta agak merenggangkankeduanya [HR al-Bukhari no. 4998 dan 5659].